Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa "
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Seorang Presiden yang Low Profile
Jumat, 22 Juli 2011
Rabu, 20 Juli 2011
Islam soal menghargai waktu
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-’Ashr: 1-3).
Islam adalah agama yang mengajarkan pentingnya menghormati dan menggunakan waktu secara optimal. Sebuah syair Arab bahkan mengibaratkan waktu seperti pedang. ”Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha’haa qath’aka.”–Waktu laksana pedang. Jika kamu tidak memanfaatkannya, ia akan menebasmu.
Ajaran pentingnya memanfaatkan waktu telah melecut para sarjana Muslim untuk menciptakan alat pengukur waktu, yakni jam. Selain didesak tuntutan hidup, pembuatan jam di dunia Islam juga didorong kebutuhan keagamaan. Dengan menguasai teknologi pembuatan jam, umat Islam bisa mengetahui secara pasti waktu shalat.
Ajaran pentingnya memanfaatkan waktu telah melecut para sarjana Muslim untuk menciptakan alat pengukur waktu, yakni jam. Selain didesak tuntutan hidup, pembuatan jam di dunia Islam juga didorong kebutuhan keagamaan. Dengan menguasai teknologi pembuatan jam, umat Islam bisa mengetahui secara pasti waktu shalat.
Al Jazari-Muslim dan Mekanika
Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).
Minggu, 17 Juli 2011
Ketakutan termakan waktu
Umur merupakan faktor penurunan kualitas manusia, tak seorangpun menyangkal akan hal itu. Semakin bertambahnya umur manusia, semakin meningkat pula fungsionalitas dirinya, hingga pada suatu titik klimaks akhirnya ia harus menerima bahwa waktunya telah tiba, yaitu masa tua. Masa tua adalah masa yang paling dihindari oleh manusia, karena efeknya yang melemahkan segenap fungsionalitas tubuhnya, baik kemampuan berfikir, daya ingat, kemampuan fisik seperti daya penglihatan, kondisi tubuh semua akan menurun seiring dengan lanjut usianya seseorang. Namun, apakah ada yang bisa dilakukan untuk mencegah semua itu?
Tanpa saya sadari saya telah menyaksikan kejadian yang luar biasa, dilain pihak mungkin kehendak Tuhan, dan disisi lain mungkin ada penyebab yang bisa dijelaskan secara akal dan logika.
Sabtu, 16 Juli 2011
Cara Seorang Muslim Menasehati Penguasa
Alhamdulillah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam telah meninggalkan kepada kita Agama Islam yang sempurna.
Tidak ada suatu perkara yang penting pun yang terlewati dari agama ini. Barangsiapa tetap berpegang teguh kepada agama ini setelah sampai hujjah kepadanya maka dia adalah termasuk orang yang selamat, Insyaa Allah.
Dan barangsiapa yang berpaling setelah sampai keterangan dari perkara agama ini maka dia akan binasa. Semoga Allah SWT menggolongkan kita kepada orang yang tetap mendengar dan taat dari setiap perintah-perintah yang telah disampaikan oleh-Nya lewat lisan Rasul-Nya SAW. Aamiin.
A. Sikap Seorang Muslim Kepada Penguasa Yang Zhalim, Mendengar dan Taat.
1. Dari Wail bin Hujr, berkata : Kami bertanya :
Wahai Rasulullah ! Bagaimana pendapatmu jika kami punya amir (dimana mereka) menahan hak kami dan mereka meminta haknya dari kami ? Maka beliau menjawab : (Hendaknya kalian) dengar dan taati mereka, karena hanyalah atas mereka apa yang mereka perbuat, dan atas kalian yang kalian perbuat. (HR. Muslim no. 1846 dari hadits Asyats bin Qais)
Jumat, 15 Juli 2011
Albert Einstein dan Bukti Ilmiah Tuhan
Juni 14, 2011 oleh Henky
Tuhan, seringkali manusia dengan imajinasi fikirannya mencoba untuk mendefinisikan tentang salah satu sifat Tuhan, yaitu "Wujud (ada)". banyak sekali klaim agama tentang Tuhan mereka masing-masing, dengan berbagai wujud yang ada dan saling mengesankan bahwa Tuhan mereka masing-masing lah yang "paling benar". kata "paling" mengacu pada kondisi dimana Tuhan-Tuhan yang ada itu benar, tetapi ada 1 yang paling benar. hmm, aneh memang. Secara nalar, tidak mungkin ada multi Tuhan yang berkuasa atas seluruh jagad raya, karena Tuhan 1 bisa saja memiliki keegoisan terhadap Tuhan yang lain dan saling menghancurkan karena merasa bahwa diriNyalah yang paling berkuasa...
ckckck....
Tuhan adalah Dzat multidimensi tunggal dimana wujudnya tidaklah mungkin menyamai mahluk-mahluk ciptaannya, karena jika Tuhan memiliki bentuk fisik yang menyerupai mahluk ciptaanNya, apa bedanya Ia dengan ciptaan? tidak akan sanggup kita, mahlukNya mendefinisikan bentuk fisikNya karena keterbatasan dimensi kita. lalu apa yang bisa dilakukan oleh hamba-hambaNya?
membuktikan eksistensinya!!
Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan telah menjawab pertanyaan ini pada awal abad ke-20 dan bahwa Albert Einstein dan ilmu matematika telah terbukti, tak terbantahkan, bahwa ada kuantitas yang justru dikuantifikasi sebagai energi di alam semesta yang bahkan lebih besar, kuat dan dahsyat dari semua agama saat ini definisikan sebagai Tuhan … . Kuantitas dari “Force” atau “God Force” atau “Alam” atau “Energi” yang membuat imajinasi termegah konvensional kita terlihat kerdil dibanding dengan” God force” tersebut.Al Quran, Orizinil kah?
Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi
Pendahuluan
Menurut keimanan umat Islam, al-Quran adalah kitab suci (sakral) karena ia merupakan wahyu Allah yang tidak mengandung keraguan (QS 2: 2) dan kebatilan (QS 41: 42). Namun, sakralitas al-Quran tersebut terus-menerus digerogoti oleh kaum orientalis dan para pengikutnya, seperti kaum liberal. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al-Quran dengan berbagai cara. Di antaranya dengan cara menggugat otentisitas dan otoritas al-Quran. Gugatan otentisitas al-Quran pada gilirannya jelas akan mengguncang otoritas (kehujjahan) al-Quran, atau mengancam kedudukan al-Quran sebagai hujjah atau dalil syariat pertama bagi segala ajaran Islam. Jika otoritas al-Quran ini sudah bisa dihancurkan, kaum orientalis tentu berharap akan dapat pula meruntuhkan seluruh sumber ajaran Islam lainnya seperti as-Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Itulah tujuan akhir mereka yang sangat keji.
Pendahuluan
Menurut keimanan umat Islam, al-Quran adalah kitab suci (sakral) karena ia merupakan wahyu Allah yang tidak mengandung keraguan (QS 2: 2) dan kebatilan (QS 41: 42). Namun, sakralitas al-Quran tersebut terus-menerus digerogoti oleh kaum orientalis dan para pengikutnya, seperti kaum liberal. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al-Quran dengan berbagai cara. Di antaranya dengan cara menggugat otentisitas dan otoritas al-Quran. Gugatan otentisitas al-Quran pada gilirannya jelas akan mengguncang otoritas (kehujjahan) al-Quran, atau mengancam kedudukan al-Quran sebagai hujjah atau dalil syariat pertama bagi segala ajaran Islam. Jika otoritas al-Quran ini sudah bisa dihancurkan, kaum orientalis tentu berharap akan dapat pula meruntuhkan seluruh sumber ajaran Islam lainnya seperti as-Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Itulah tujuan akhir mereka yang sangat keji.
Langganan:
Postingan (Atom)
Exchange 2010 SP3 PrepareAD error “The well known object entry with the GUID”
Currently we are going to upgrade Exchange 2010 SP1 to Exchange 2010 SP3 which is one of the step is preparing AD. But in the mid of proces...
-
Pernah suatu ketika berada di sebuah bus bersama seorang teman. Waktu itu kita sedang ada project diluar kota, tepatnya Jakarta. Hari menjel...
-
Currently we are going to upgrade Exchange 2010 SP1 to Exchange 2010 SP3 which is one of the step is preparing AD. But in the mid of proces...
-
Barusaja saya menonton sebuah video yang cukup viral di dunia per-youtube-an. Ya, video yang menceritakan seorang tokoh politik yang tidak s...