Tampilkan postingan dengan label Pikiranku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pikiranku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2018

Rantai itu bernama "Aturan"

Barusaja saya menonton sebuah video yang cukup viral di dunia per-youtube-an. Ya, video yang menceritakan seorang tokoh politik yang tidak saja menggemparkan. Namun, juga mengguncang hati siapa saja yang mendengarnya. Indonesia sudah diramalkan lenyap di tahun 2030. Aksi pro dan kontra pun bak buih yang mengapung ditengah lautan membanjiri jagat dunia net. Sontak, hal ini membuat geram pemerintahan saat ini.

Ya, tepat sekali. Politikus ini tidak salah. Ia hanya mengutip sebuah novel fiksi berjudul "Ghost Fleet" yang sebenarnya penulis sendiri belum sempat membacanya. Di kutipan tersebut dijelaskan bahwa salah satu pulau yang ada di Indonesia, dulunya bekas milik negara Indonesia kini telah menjadi salah satu basis militer negeri Tiongkok. Mungkin lain kali harus baca novel ini. Sepertinya menarik untuk ditelusuri. Bukan saja karena jalan ceritanya, namun bagaimana sih pandangan dunia luar terhadap negara yang bernama Indonesia ini?

Jumat, 14 April 2017

Enjoy the loneliness

Pernahkah kalian berada disebuah hingar bingar, begitu ramai namun terasa sepi? sometime, kita merasa jengah, mengapa tempat begitu ramai terasa sangat sepi, sunyi, bahkan tak ada satupun yang terdengar. Bukan berarti tanda-tanda anda menuju pada ketulian, maksud saya adalah kadang kita merasa sendiri, terkucil, tidak terlihat bahkan dianggap tidak ada ditengah keramaian kondisi saat ini.

Apa yang kita anggap benar, orang lain menganggap aneh. Apa yang kita anggap keliru, banyak orang melakukannya. Apa yang kita anggap menyenangkan, orang lain menganggapnya membosankan. Apa yang membuat kita sedih, orang lain bahagia atas kesedihan kita. Ya, itu semua adalah tanda-tanda anda masih hidup didunia. Karena konon katanya, di kehidupan setelah kematian, hanya ada dua macam tipe kehidupan.. kehidupan yang "selamanya enak" dan "selamanya sengsara". Pilih mana, hidup selamanya dengan satu kondisi atau hidup dengan kondisi yang selalu "bergerak"? tergantung pilihan anda untuk mempercayai life after death atau tidak.

Minggu, 24 April 2016

Hidup adalah pembelajaran

Semua orang pasti pernah punya cerita dimasa lalu. Ada yang memiliki cerita duka, ada pula yang penuh kegembiraan. Ada yang ingin dibagi, ada pula yang ingin dikubur dalam-dalam. Banyak orang mengatakan bahwa katanya, hidup adalah ujian kita untuk menjadi pribadi yang lebih maju. hidup adalah jalan yang membukakan pikiran kita tentang bagaimana menghadapi skenarioNya. Tanpa kehidupan, kita tidak akan mengerti arti kematian. Tanpa kehidupan, kita tidak akan mengerti arti sebuah kehidupan itu sendiri.

Banyak orang bilang, masalah sesulit apapun adalah cobaan. Katanya, segala cobaan itu datangnya dari Sang Maha Pencipta. Tujuannya adalah agar manusia, Kelak di kehidupan berikutnya akan menjadi manusia yang layak untuk menempati surgaNya. Hampir semua orang yang katanya beriman berlomba-lomba untuk berbuat sesuatu yang disebut mengumpulkan pahala. Pahala ini nantinya katanya bisa menjadi bekal kita di kehidupan baru, yaitu keabadian surga.

Mengutip kata-kata Dr. Zakir Naik. Beliau mengatakan bahwa hidup itu seperti sekolah. Untuk lulus sekolah, perlu ada ujian. Bagaimana orang dikatakan naik kelas memang benar-benar memiliki kemampuan yang sudah naik kelas, jika tidak ada parameter pembanding / pengujian terhadap kemampuan? Untuk itu lah, sekolah perlu mengadakan ujian setiap kali murid telah mempelajari hal baru selama tinggal dikelas tersebut dan akan diputuskan apakah naik kelas atau tetap tinggal. Begitu juga kehidupan.

Selasa, 22 Juli 2014

Hidup, dan impian liar

Pernah suatu malam, gara-gara diajakin temen untuk nonton film.. akhirnya mau tidak mau ane nyari referensi tentang alur cerita film yang pengen ane tonton. tentu aja, ane pengen ngerti dong alur cerita atau seenggaknya ada gambarang tentang ni film sebelum ane nonton..?? kebetulan ane dapet beberapa blog dan website. Di blog yang ane temuin ini, ane jadi sedikit kecewa pengen nonton nih film. Karena isinya cuman cemoohan tentang film yang bakal tayang ini. Hadehh, alenia demi alenia yang ane baca kayaknya ga ada dukungan sama sekali yang bikin film ini seenggaknya berharga untuk ditonton. 

Jumat, 06 Juni 2014

GO, menemukan jalan

Shukaku, Honinbo. Adalah seorang pemain Go professional legendaris yang telah meninggal di usianya ke 33 Tahun. Pemain yang dikenal terbaik dijamannya ini terus dikenang hingga sekarang. Terlebih, permainan iGO sudah mulai dikenal di pelosok penjuru dunia. 
Mungkin hanya sebuah kebetulan untuk memahaminya. Kemarin sesaat sebelum pulang dari kerja, sambil menunggu teman beres-beres. Entah kenapa ane pengen banget nostalgia nonton anime, judulnya Hikaru No Go. Anime yang menceritakan seorang anak kecil yang bertemu dengan sesosok mahluk astral dari masalalu bernama Fujiwara Sai. Sai adalah seorang pemain Go di era Heian. Sai kembali dalam sosok mahluk tak kasat mata untuk bermain Go kembali, terakhir sejak kematian Honinbo Shusaku. Jadi ceritanya, Sai ini sosok yang telah merasuki raga Shusaku hingga dia bisa menjadi sangat luar biasa dalam permainan Go. Dalam kisah itu diceritakan, karena hasrat Sai belum terpenuhi ketika merasuki Shusaku yang meninggal mendadak karena penyakit kolera yang mewabah Jepang saat itu, Sai pun terperangkap kedalam sebuah papan catur menunggu seseorang untuk menemukannya kembali sehingga dia bisa bermain Go kembali untuk menuju jalan 'Tangan Dewa'. 

Sabtu, 01 Februari 2014

Aku tak pantas untuk bebas!

Manusia itu kadang aneh, pola pikirnya sukar ditebak. Sebut saja Paidjo. Salah seorang tahanan disebuah Penjara dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi, disuatu wilayah. Paidjo dulunya seorang psikopat. Masuk penjara karena membunuh keluarganya sendiri secara sadis. Adek, Ibu dan Ayahnya dihabisi tanpa ampun.

Selasa, 23 Oktober 2012

Skripsimu mudah?

"Koe penak, skripsimu gampang!! lha aku??"


kata-kata yang sering terlontar bagi orang-orang yang menurut saya tidak pernah bersyukur. kata-kata tersebut sering kali terucap dari mulut mereka, yang tidak sadar telah melecehkan diri mereka sendiri. berkaca dari pengalaman, dulu.. dimasalalu, dimasa kelam (halah..) saya sering kali iri dengan skripsi mereka yang "lebih terlihat sulit" dibanding punya sendiri. iri, kenapa skripsi yang saya bikin terlihat ecek-ecek. walaupun, saya tidak jarang berusaha membantu mereka yang skripsinya terlihat lebih sulit. rasa iri ini membunuh logika dan mematikan keyakinan diri bahwa bukan skripsi mudah atau susah yang membuat orang maju. tetapi apa yang sudah mereka dapat dari proses pengerjaannya yang membuat mereka "kaya". im totally forgot it. 

terjerumus dalam jurang kelam.. yap. kegagalan sering kali menyakitkan. namun, rasa sakit tak jarang membangkitkan kenikmatan. adalah setahun lalu, ketika kegelapan melanda. hingga tercerahkan oleh keadaan. saat-saat ketika terhunus oleh pemikiran sendiri. terbunuh oleh logika yang mati. dan dimenangkan perasaan pedih dan luka. dikala mulai bangkit dari kubur, dengan senjata baru... mengoyak segala kebrutalan  mereka yang merusak mental. "Bersyukur". thats the main power of human.

Berdiam, ambil nafas dalam dan pejamkan mata. yup. mencapai kondisi jernih. baru bisa berfikir.

Timbul pertanyaan didalam benak. "Mengapa musti harus ngerjain skripsi yang terlihat sulit, jika skripsi bisa begitu mudah dan menyenangkan??" atau dengan kata lain.. "Salah sendiri skripsi susah2,, skripsi mudah aja bisa lulus??" mungkin mereka menjawab=> "Ya kan biar skripsi ada gregetnya! masak skripsi ecek-ecek",, yang jadi pertanyaan "Kenapa masih mengeluh skripsi sendiri susah, kalo emang niat awal emang cari kesusahan??"

Susah atau gampang itu kan tergantung dari bagaimana anda menjalaninya. tidak hanya dengan akal, tetapi dengan nurani. :)



Jumat, 15 Juni 2012

Hampir melupakannya

Brrrrrrrr,,,, dingin sekali pagi ini.... ah,, suara papi menggugahku dari posisi stabilku,, yaitu dibalik selimut. pagi ini memang seharusnya aku mengantar mami untuk belanja sayur, tidak begitu jauh dari rumah, namun akan cukup melelahkan jika dilalui dengan jalan kaki.... anak mana yang tega membiarkan maminya melakukan perjalanan melelahkan itu... akupun bergegas mengambil air, membasuh muka, biar ga begitu keliatan bangun tidur sih benernya... beberapa menit kemudian, akupun berangkat dengan vespa tuaku.


Bener2 dingin hawa pagi ini, sangat kontras dengan kasur empuk dan selimut tebal yang terasa sangat menghangatkan tubuh,.. tapi mau gimana lagi, ini harus dilalui.. dengan sedikit ilmu yoga yang kupelajari (halah,.) aku tahan hawa dingin ini.. dan akhirnya tiba juga ditempat tujuan. Yup, ternyata kami manusia pertama yang tiba ditempat itu, selain penjual tentunya.. dingiiiiinnnn,,, semakin menjadi.. Oh God,, bagaimana bisa Kau membuat hawa sedingin ini,,, untuk apa? tidakkah lebih enak udara yang tak begitu panas, dan tak begitu dingin, sejuk dan menyegarkan?? haha, itulah pertanyaan malasku,,,

Selasa, 08 Mei 2012

Hidup dalam impian

Orang sering menyebut mimpi. orang sering mengaku memiliki impian. orang sering mengatakan, gantung impian setinggi bintang. tetapi apakah ada yang sadar, apakah mimpi mereka sudah benar?

benar bukan berarti sesuatu yang dinilai dengan logika 0 atau 1. Manusia tidak sedang hidup dalam dunia digital. Inilah dunia nyata. Dimana dalam realita dapat merasakan sakit, sedih, kecewa, dan kehancuran. begitu pula sebaliknya. namun, realita sering kali membuat lupa kita dengan sesuatu yang bernama "impian". faktanya, saya sendiri mulai lupa, bagaimana saya pernah bermimpi. Dan apakah saya pernah memiliki impian?

Impian adalah tujuan. Seperti sebuah mesin melakukan tugasnya, manusiapun punya tujuan ketika dia diciptakan, untuk apa dia dilahirkan didunia. dari apapun bentuk yang ada didunia, dari seekor semut, hingga dinosaurus, dari debu, hingga bebatuan, dari bintang, hingga galaksi, mereka memiliki peran masing-masing. Bayangkan, mesin yang rusak akan kehilangan fungsinya. Begitu pula dengan kita. Manusia hanya perlu memperbaiki diirinya hingga, ia akan mengetahui, apa yang menjadi impiannya. Meski untuk bersusahpayah dalam mewujudkannya, meski terjadang merasa terjatuh dalam liang terdalam, meski hidup terasa bosan dalam penantian, hidup tetap akan terus berjalan, dan hanya impian yang menjadi tujuan hidup. karena hidup anda, adalah kesempatan yang tak ternilai.

Inspire by Hugo

Jumat, 20 Januari 2012

No place like home

Tak ada tempat seindah dan senyaman selain dirumah. mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkanmu, rumahku... ah, tak terasa sudah tiga bulan aku tak pulang kerumah, semenjak saat itu... kangen.... tentu saja, aku merasa sangat merindukan saat2 itu. maaf ya pergi tanpa pamit,, dan sedikit berlama-lama diluar sana.. kadang merasa keasikan.. tetapi, lagi2 fikiranku berbalik menyerangku sendiri. bahwa, tak ada tempat lain seindah dan senyaman engkau... :)

Hmmm,,, trus GR ik, boleh lah.. terus terang saja, ingatan tentangmu terus saja mengusikku... kau selalu datang menggedor2 pintu memori, tentu saja... aku mengintip dari balik pintu itu... melihat kembali surauku.. melihat kembali apa saja yang terjadi didalam sana, apa saja yang telah aku ceritakan kepadamu, dan engkaupun paling tau apa2 saja yang terjadi padaku. kini, aku ingin kembali. tetapi bukan untuk mengingat2 kenangan itu. biarkan.. biarkan mereka tertata rapi disana. biarkan aku memandang mereka jika aku menginginkannya. biarkan aku menyentuh, jika aku ingin merasakan mereka. tetapi aku tak akan berusaha untuk kembali menjemput mereka. karena, mereka telah nyaman disana. kini... aku kembali untuk menatamu.. kedalam tatanan baru. rumahku yang baru...

Dan ketika aku buka pintumu, ingatlah... bahwa ini adalah awal baru aku mulai menginjakkan kakiku kemari. dan ketika kakiku mulai melangkah masuk... sambut aku dengan apapun yang kau pendam selama ini tentangku. kau boleh saja marah, sedih, senang... tetapi ingat satu hal. kau tetap rumah bagiku. kau tetap tempat ku menuang isi kepalaku. dan kau tetap tempat ku memintal robekan hatiku... dan kau... tetap tempatku bernaung dari kegundahan... karena kau.... tetap dan akan selalu menjadi rumahku



Kamis, 14 Juli 2011

the last "Day"

Setiap orang pasti pernah mengalami ini.. setiap kehidupan, bahkan sampai unit terkecil tak lepas dari "perputaran hidup". bagai roda api yang menggelinding, liar... yang saling memutar keadaan.. itulah hidup. tapi kenapa? kenapa harus berputar? tidakkah cukup hanya dengan berhenti? tidakkah cukup hanya dengan satu kondisi?
kita tidak sedang membicarakan roda api,, kita sedang berada dalam dunia nyata bung! sadarlah! ini bukan hari terakhirmu! bangkitlah,, karena roda selalu bergulir sampai ia tiba didasar yang tak seorangpun tau kemana roda ini bergulir,, dimana roda ini terhenti!

hidup akan berakhir hari ini jika kau menghendaki,, tapi apa? apa yang ente dapet?? "fatamorgana".. hanya sebuah pandangan kosong tentang angan2 yang tinggi... percumah... itu hanya dalam kehidupan semu!! bangkitlah bung!! kau tak harus berakhir hari ini... selalu ada hari esok dalam setiap kehidupan... selalu ada hari ini dalam sebuah keberlangsungan... dan masalalu yang menghantarkan kita pada pandangan hidup! kau sendiri yang bilang kepadaku,, kau sendiri yang selalu meyakinkanku,, untuk selalu bangkit,, karena aku bisa! karena aku adalah fikiranmu! karena aku adalah dirimu yang terdalam!  bung!! tamparlah keegoisanmu! ingatlah mereka... jangan lihat wajah mereka, tapi hati mereka.... hati yang tak kan pernah padam membelamu... jangan kecewakan hati-hati ini.... hati yang selalu ada untukmu,...

hari ini boleh menjadi hari terakhir... hari terakhir keegoisanmu. kau yang bisa memutuskan.... aku hanya membantumu dari dalam dirimu. aku bisa,, karena kamu mau... kenalilah aku... kenalilah dirimu ini.. kenalilah aku maka engkau akan menemukan aku adalah dirimu... aku ada dan selalu berada dalam fikiranmu... jangan berhenti untuk selalu mencariku... karena aku... dan Dia akan selalu mendukungmu!!! semangad kawanku!!

ini adalah akhir,,, tetapi bukan yang paling akhir...
dibalik kegelapan,, pastilah terang... kau hanya belum menemukannya,,

Rabu, 13 Juli 2011

waktu, dan keinginan

Baru aja sadar hari ini ketika mbak (panggilan untuk kakak perempuan) menanyakan waktu sholat, dan ponakanku nyeletup... "itu jamnya telat,, nonton jam HP aja..." hmm? sampai seorang anak kecil yang masih duduk di kelas 5 SD itupun menyadari bahwa jam yang ada disetiap suduh rumah ternyata terlambat... bener2 kejadian yang aneh, bagaimana bisa secara kompak jam yang ada disetiap penjuru rumah terlambat 10 menit, atau mungkin lebih? saya tidak begitu memperhatikannya tadi.. aneh, karena ketika saya tanyakan papi dan mami, tak ada 1pun yang telah merubah posisi jarum dari jam-jam itu... tetapi seluruh jam telah bergeser 10 menit... bagaimana ini bisa terjadi? sungguh diluar nalar...
terutama jam yang ada dikamar saya, jam ini tak pernah lepas dari pengawasan saya. baik akan tidur, ketika bekerja, ketika ngegame, atau mengingat waktu sholat, saya selalu mencocokkan jam yang ada dikamar dengan jam HP dan laptop.. anehnya, kedua pewaktu ini cocok... tetapi, ada apa dengan jam-jam dirumah saya? beberapa hari yang lalu saya memang sudah sadar bahwa jam ditempat saya terlambat, tetapi saya kurang memperhatikannya... bener2 sebuah pertanda... pertanda apa? ini adalah sebuah pertanyaan besar...

Mengkaji diri

Beberapa waktu yang lalu, kurang lebih 2 bulan yang lalu saya diberikan nikmat yang luar biasa dari Allah, berupa penundaan kelulusan saya dari bangku perkuliahan.. Alhamdulillah, sebuah nikmat yang akan jarang saya dapatkan dihari kelak. hmm,, mungkin akan bertanya-tanya, bagaimana sebuah kegagalan bisa disebut nikmat? 
mungkin tepatnya detik dimana saya menuliskan blog ini, jika mengingat kembali detik-detik yang telah berlalu dalam kehidupan saya setelah hari yang "kelam" itu,, saya tidak ubahnya dengan seekor ulat yang mati suri, kepongpong muda yang belum siap menerima kenyataan bahwa ia harus bermetamorfosis.... ini adalah takdirnya! hidup benar-benar seperti riak air yang terhembus sang bayu... mudah goyah, butuh "kecerdasan" untuk dapat mengendalikan kapal agar dapat tetap stabil dalam lajunya yang kencang diterpa hujan badai... tanpa itu semua? karam.....


pernah saya bertanya-tanya, atau mungkin sangat sering... atau mungkin selalu.. selalu mempertanyakan diri saya, untuk apa saya hidup, untuk apa saya terlahir didunia, dan untuk apa Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk hidup hingga hari ini? untuk apa Tuhan masih membiarkan "sampah" yang tak berguna ini? kenapa tak membuangnya saja? pertanyaan-pertanyaan putus asa dari dalam diri ini... mungkin ini pertanyaan yang selalu setia menghadiri kehidupan saya dua bulan terakhir ini... "Tuhan, betapa lemahnya diriku... aku hanya ingin seperti yang lain... hidup ceria, tanpa beban yang membelengguku seperti yang aku rasakan saat ini...." perenungan yang tiada habisnya saya lalui hingga detik ini... lalu, ketika menuliskan tulisan ini,,, saya jadi teringat beberapa masa yang lalu, Tuhan bukanlah pertamakali memberiku nikmat atau mungkin lebih tepatnya cobaan keimanan ini... Ia sudah kerap kali membuatku bertanya-tanya tentang kehidupan,, Ia telah mengenalkanku tentang arti kehidupan... Ia telah memberikan pengajaran, bagaimana saya seharusnya memandang hidup ini...

Sabtu, 02 Juli 2011

Sudahkah aku bersyukur?

 ...karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS al-A’raf:16—17)

ayat diatas adalah petikan dari surat al-A'raf, dimana terjadi dialog antara Sang Khaliq dan hamba Allah bernama Iblis. didalam dialog sebelumnya, Iblis digambarkan sebagai pribadi yang angkuh, sombong dan mendustakan perintah Tuhan untuk bersyujud kepada manusia.  Saya tidak akan mempertanyakan kenapa Tuhan tidak memaafkan Iblis padahal Tuhan maha pemaaf, saya juga tidak akan mempertanyakan alasan Iblis enggan mematuhi perintahNya padahal kita tau Iblis adalah mahlukNya yang sangat taat. Saya juga tidak akan bertanya mengapa Iblis yang begitu taat menjadi begitu sombong,, kalo manusia sombong itu karena meniru sifat Iblis,, lalu kalo Iblis sombong itu niru sifat siapa? aduh,, akhirnya nanya juga.. hehe...

bagi saya, bukan pada dialognya yang saya anggap penting,, tetapi pelajaran apa yang Tuhan ingin tunjukkan kepada manusia mengenai dialog Tuhan dengan hambanya yang sangat setia ini (dulunya)... "...Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur". penggalan ayat tersebut menunjukkan bahwa Iblis pun mengenal "rasa bersyukur" kepada Tuhan. akan tetapi kenapa ia mengajak manusia untuk tidak bersyukur padahal ia tau setiap mahlukNya diwajibkan untuk bersyukur sebagai ungkapan terima kasih atas segala nikmat yang diberikan Allah? 

Senin, 13 Juni 2011

membuka jalan baru



Hidup.... jika orang mengatakan dengan mudah bahwa hidup hanyalah sekali,, pergunakanlah waktumu untuk mendapatkan kepuasanmu yang cuma sekali itu... hmm,, mungkin ada baiknya berfikir seperti itu. kita akan terpacu dalam meraih sesuatu yang paling kita inginkan dalam menjalani hidup. karena jika kita tidak pernah sedetikpun memikirkan mati,, kita tidak akan berbuat banyak. kita tidak akan menemukan siapa diri kita, untuk apa diri kita,, dan mengapa diri kita. pertanyaan ini akan selamanya menjadi misteri sepanjang hidup kita.

Mati, ya... kata ini yang selalu berdengung didalam kepala.. kata ini adalah kata yang membuat semua orang takut akan kedatangannya yang tak bisa diduga. ditengah kita menikmati keasikan terhadap halusinasi yang telah kita buat,,, kreasi yang telah kita ciptakan selama hidup didunia... sirna begitu saja,, seiring dengan datangnya malaikat maut. lalu untuk apa? untuk apa kita harus meraihnya? untuk apa saya harus berangan-angan setinggi mungkin untuk meraihnya? toh akhirnya semua orang juga akan menemui ajal dengan caranya masing-masing.. untuk apa? kepuasankah? hemm,, kepuasan itu tidak akan kita rasakan hasilnya setelah kita mati. kepuasan hanyalah sementara. bersifat semu.

Sabtu, 14 Mei 2011

Apakah bumi hanya dominasi mereka?

jalan fikiran
barangkali sampai detik ini saya masih ragu akan eksistensi saya hadir didunia ini, melihat diri saya,pun... saya tidak mampu... apalagi dimintai untuk mengenalinya? saya.... siapa saya? saya bukanlah apa-apa.... saya juga bukanlah siapa-siapa... saya hanyalah seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga sederhana, yang bahkan tak pernah ada didalam jalan fikiran kami untuk menjadi sesuatu.....

kami,, manusia
untuk apa kami? untuk apa kami hadir? untuk apa kami hidup? untuk apa manusia hidup?
rata-rata orang akan menjawab, ketika ditanya apa cita-citamu selama kamu diberikan kesempatan untuk hidup? dengan jawaban... "saya akan menjadi orang sukses",, atau orang yang sedikit memiliki pemikiran religius akan menjawab "saya akan menjadi orang sukses dunia dan akhirat".. dan rata-rata banyak orang juga yang menjawab,, saya tidak memiliki cita-cita. beruntunglah orang yang setidaknya memiliki tujuan dalam hidupnya... paling tidak, ia tahu harus bagaimana dalam menyikapi kehidupannya.. akan tetapi jika kembali ditanyakan,, apa itu sukses? semua orang punya jawabannya masing2 yang mendefinisikan "sukses" dalam artian mereka sendiri... bisa saya simpulkan bahwa,, sukses adalah relatif untuk setiap orang... apakah sukses itu untuk menjadi orang kaya? apakah sukses itu untuk menjadi seorang dokter? apakah sukses itu menjadi seorang presiden? ataukah pekerjaan2 besar lainnya?

Sabtu, 07 Mei 2011

Butuh Psikiater terdekat

7-5-2011 23.29 PM
Otak serasa terpacu dalam pemikiran maksimum tanpa hela mendera dan terus terhujam oleh pemikiran-pemikiran kerdil dalam benak. Bisa dibilang kalo ibarat kendaraan,, otak ini bagaikan mesin kendaraan yang dipacu tanpa henti namun tidak digunakan untuk apa2,,, percum tak bergun...

itulah yang terjadi dengan sebagian (besar) dari otak saya. malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuk saya merenungkan sekian pemikiran terpendam ini. Aku tak bisa terus terusan lari dari masalahku,, tak bisa terus menerus sembunyi dari intaian fikiran bawah sadarku,, sungguh semua ini serasa membunuhku perlahan.. dua hari kedepan adalah hariku,, namun apa yang aku dapati malam ini serasa tak mengubah apapun... apapun itu tentang semua yang kulakukan...

tercampur baur dalam setiap nanometer sel syaraf otakku,, mungkin klimaks dari segala pemikiran tak terselesaikanku... kemana aku harus berteriak? rasanya tetap tak puas jika tak bisa menguraikan tali yang kusut ini....

kemana ku harus mencari? setiap pembenaran yang kulakukan selalu menuai sebuah kritik,,
setiap segala yang aku ingini,, tak pernah mereka ingini,

bukan.... ini bukan aku,, akan tetapi kamu(aku)... kenapa kamu selalu menggangguku? mendatangi disaat yang tak pernah tepat? tak bisakah kita bersahabat sahaja? aku takut larut olehmu.. PERGII!!!

kau selalu menghantuiku,, kau selalu datang untuk membuatku kalut... kenapa? 
apakah aku harus teriakkan ini kepada Sesuatu yang Tak Tampak Itu?


Jumat, 22 April 2011

Positive Feeling


Reposting artikel menarik nih, semoga bisa jadi bahan renungan juga buat kita…..
Mengejar kesuksesan dan kebahagian dengan berpikir positif saja memang bisa berhasil. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika kita menggunakan perasaan positif dan menyelaraskannya dengan pikiran positif.
Berapa banyak keinginan yang tercapai ketika perasaan Anda positif alias ikhlas? Sebaliknya, ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari “kemudahan”? Benar sekali.
Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Semangat pun tak banyak tersisa karena zona ini memang diselimuti energi rendah. Sementara, ketika hati terasa lapang dan ikhlas (positive feeling), kita akan merasa penuh tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.
Nah, perasaan-perasaan ini yang menjadi sistem navigasi hati kita. Sistem yang memberitahu kita untuk selalu berada di “jalan benar” menuju tujuan. Permasalahannya, bagaimana agar kita selalu merasakan positive feeling ini? Jangan khawatir, ada rahasianya, kok….

Minggu, 20 Maret 2011

Anggapan mereka...


Baru saja beberapa jam yang lalu saya merasa disindir oleh teman2 dengan kata2 "pak ustad," blablabla...hehehe,,(dalam hati ngakak... LOL) mungkin saja karena saya dengan beberapa tulisan saya yang "agak rohaniah" dianggap saya ini orang2 beriman seperti kebanyakan.. :P entahlah,, apa yang ada dipikiran mereka?(mencoba menerka)

seorang teman berkata: "Dibohongi atau tidak, tidak ada yang tau... itulah agama..."
setuja!!! (loh pak ustad kok setuju?)
hahaha,, lha py neh,, emg kenyataane gitu ok bro... tidak ada yang tau antara agama A atau agama B atau C,dst mana yang benar? mana yang salah? atau semuanya salah? atau semuanya benar?????

bagi orang2 "tak beriman" seperti saya,(maaf loh nyak, be.. selama ini ga ngomong2 :P)  agama hanya omong kosong yang dibuat oleh sejumlah kelompok untuk memenuhi "keinginan" mereka. loh?? bukanya agama itu dari Tuhan??

Sabtu, 19 Maret 2011

Tuhan Maha Adil (?)

Didalam ajaran agama yang saya yakini, digambarkan bahwa Tuhan Maha Adil. Tuhan Maha Sempurna,dan tanpa cela. selama ini yang saya pegang ya,,, ini... ya gimana lagi,, wong pemuka2 agama yang bilang gitu,, ya saya nuruti adja dun, kan nurutin para pemuka agama(ex:pak ustad) sama adja nurutin kemauanNya Tuhan?? klo nurutin kemauannya Tuhan, ya masuk surga...(mungkin?!)

Sampai secara tak sengaja karena ingin mencari tau "pandangan toleransi islam dan agama lain", tibalah saya pada sebuah artikel tentang tanya jawab antara "pak ustad" dan seorang penanya. kira2 demikian:

Budha Mengamalkan Islam
---------------------
Tanya:
Pak ustadz yang saya hormati, bagaimana hukumnya menjalin hubungan dengan orang non-muslim yang sudah berniat untuk memeluk Islam? Tapi karena ingin menghargai kedua orang tuanya yang beragama Budha, maka sampai saat ini dia belum kunjung jua memeluk Islam. Lalu, bagaimana hukumnya jika orang non-muslim mempelajari dan menjalankan ajaran Islam sebelum dia resmi masuk agama Islam, seperti dia berpuasa Senin dan Kamis?
Jawab:
Hubungan dimaksud seperti apa bentuknya? Kalau hubungannya dalam berbisnis, misalnya, maka hal itu boleh-boleh saja selama menjaga batas-batas agama. Tapi kalau hubungannya berupa pergaulan antara seorang muslimah dengan non-muslim laki-laki, maka hubungan demikian sangat dilarang. Muslimah harus selalu menjaga diri, jangan sampai mendekati zina seperti berdua-duaan (khalwat) dengannya. Terhadap laki-laki muslim pun Anda harus menjaga diri. Kalau hubungan dimaksud adalah antara seorang laki-laki muslim dengan laki-laki non-muslim (atau muslimah dengan budha perempuan), maka hubungan tersebut dibolehkan sebatas muamalah. Hubungan lebih jauh haruslah dalam rangka dakwah dengan tujuan agar non-muslim tersebut mengenal Islam lebih dekat dengan harapan dia akan menerimanya.
Seseorang yang sudah menerima Islam hendaknya segera memeluknya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengucapan syahadatain ini tidak perlu disaksikan orang lain, berbeda dengan akad nikah atau hutang-piutang. Jadi, masuk Islam tidak perlu resmi dan tidak perlu dicatatkan. Saksinya Allah dan pencatatnya malaikat. Orang ini hanya perlu menguasai dan mengerti maksud lafadh/bacaan dua kalimat syahadat. Jadi, diam-diam dia bisa masuk Islam tanpa diketahui kedua orangtuanya.

Exchange 2010 SP3 PrepareAD error “The well known object entry with the GUID”

Currently we are going to upgrade Exchange 2010 SP1 to Exchange 2010 SP3 which is one of the step is preparing AD. But in the mid of proces...