Jumat, 16 November 2012

Single pole lowpass filter algorithm

Sesuai dengan namanya, lowpass filter merupakan sebuah tapis yang hanya melewatkan frekuensi rendah dengan cara melemahkan (attenuates) amplitudo yang memiliki frekuensi dibawah frekuensi cutoff. 



Continous time lowpass filter
ada beberapa jenis filter dengan berbagai respon terhadap perubahan frekuensi. Respon frekuensi dari sebuah filter biasanya direpresentasikan menggunakan bode plot, dimana pada frekuensi cutoff, amplitudo akan turun -3dB dan terus menurun -20dB tiap dekade frekuensi.  continous time lowpass filter juga dapat dideskripsikan kedalam transformasi laplace. Sebagai contoh, 1st order lowpass filter dapat dideskripsikan menggunakan notasi laplace berikut. 


\frac{\text{Output}}{\text{Input}} = K \frac{1}{1 + s \tau}

dimana s adalah variabel transformasi laplace,  τ adalah filter time constant dan K merupakan gain filter. 

Bagaimana implementasi single pole lowpass filter kedalam bahasa pemprograman?

Untuk dapat melakukan simulasi lowpass filter didalam perangkat lunak dapat dilakukan dengan mengamati karakteristik filter dalam domain waktu dan permodelan diskrit.

Berdasarkan hukum kirchoff, didefinisikan bahwa kapasitansi adalah:



v_{\text{in}}(t) - v_{\text{out}}(t) = R \; i(t)




(V)
Q_c(t) = C \, v_{\text{out}}(t)




(Q)
i(t) = \frac{\operatorname{d} Q_c}{\operatorname{d} t}





Dimana  Q_c(t) adalah jumlah muatan yang ditampung pada kapasitor dalam waktu t. Jika dilakukan subtitusi persamaan Q menuju persamaan I maka didapat \scriptstyle i(t) \;=\; C \frac{\operatorname{d}v_{\text{out}}}{\operatorname{d}t} yang dapat disubtitusikan pada persamaan V, sehingga:
v_{\text{in}}(t) - v_{\text{out}}(t) = RC \frac{\operatorname{d}v_{\text{out}}}{\operatorname{d}t}

Persamaan tersebut dapat dideskritkan. untuk lebih sederhana, asumsikan bahwa jumlah sampel input dan output diambil dalam selang waktu \scriptstyle \Delta_T. Katakanlah \scriptstyle v_{\text{in}} direpresentasikan dengan rentetan data \scriptstyle (x_1,\, x_2,\, \ldots,\, x_n) dan  \scriptstyle v_{\text{out}} direpresentasikan sebagai sequence data \scriptstyle (y_1,\, y_2,\, \ldots,\, y_n), maka dapat dilakukan subtitusi:
x_i - y_i = RC \, \frac{y_{i}-y_{i-1}}{\Delta_T}

dengan menata ulang persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut:
y_i = \overbrace{x_i \left( \frac{\Delta_T}{RC + \Delta_T} \right)}^{\text{Input contribution}} + \overbrace{y_{i-1} \left( \frac{RC}{RC + \Delta_T} \right)}^{\text{Inertia from previous output}}.
implementasi single pole lowpass filter waktu diskret dapat diimplementasikan kedalam persamaan:
y_i = \alpha x_i + (1 - \alpha) y_{i-1} \qquad \text{where} \qquad \alpha \triangleq \frac{\Delta_T}{RC + \Delta_T}
\scriptstyle \alpha merupakan smoothing factor dengan nilai \scriptstyle 0 \;\leq\; \alpha \;\leq\; 1. hubungan antara time constant RC, \scriptstyle \Delta_T dan smoothing factor \scriptstyle \alpha dapat didefinisikan :
RC = \Delta_T \left( \frac{1 - \alpha}{\alpha} \right)

Jika \scriptstyle \alpha \;=\; 0.5, maka nilai RC akan sama dengan periode sampling. Jika \scriptstyle \alpha \;\ll\; 0.5, maka \scriptstyle RC secara signifikan akan lebih besar dari periode sampling, dan \scriptstyle \Delta_T \;\approx\; \alpha RC.
Algorithm implementation
Contoh berikut adalah pseudocode algoritma single pole lowpass filter yang akan mensimulasikan efek dari lowpass filter. 

 // Return RC low-pass filter output samples, given input samples,
 // time interval dt, and time constant RC
 function lowpass(real[0..n] x, real dt, real RC)
   var real[0..n] y
   var real α := dt / (RC + dt)
   y[0] := x[0]
   for i from 1 to n
       y[i] := α * x[i] + (1-α) * y[i-1]
   return y

Algoritma diatas telah digunakan penulis dalam melakukan smoothing pengambilan data accelerometer dengan α dapat dicari dengan melakukan trial error.

referensi:

Selasa, 23 Oktober 2012

Skripsimu mudah?

"Koe penak, skripsimu gampang!! lha aku??"


kata-kata yang sering terlontar bagi orang-orang yang menurut saya tidak pernah bersyukur. kata-kata tersebut sering kali terucap dari mulut mereka, yang tidak sadar telah melecehkan diri mereka sendiri. berkaca dari pengalaman, dulu.. dimasalalu, dimasa kelam (halah..) saya sering kali iri dengan skripsi mereka yang "lebih terlihat sulit" dibanding punya sendiri. iri, kenapa skripsi yang saya bikin terlihat ecek-ecek. walaupun, saya tidak jarang berusaha membantu mereka yang skripsinya terlihat lebih sulit. rasa iri ini membunuh logika dan mematikan keyakinan diri bahwa bukan skripsi mudah atau susah yang membuat orang maju. tetapi apa yang sudah mereka dapat dari proses pengerjaannya yang membuat mereka "kaya". im totally forgot it. 

terjerumus dalam jurang kelam.. yap. kegagalan sering kali menyakitkan. namun, rasa sakit tak jarang membangkitkan kenikmatan. adalah setahun lalu, ketika kegelapan melanda. hingga tercerahkan oleh keadaan. saat-saat ketika terhunus oleh pemikiran sendiri. terbunuh oleh logika yang mati. dan dimenangkan perasaan pedih dan luka. dikala mulai bangkit dari kubur, dengan senjata baru... mengoyak segala kebrutalan  mereka yang merusak mental. "Bersyukur". thats the main power of human.

Berdiam, ambil nafas dalam dan pejamkan mata. yup. mencapai kondisi jernih. baru bisa berfikir.

Timbul pertanyaan didalam benak. "Mengapa musti harus ngerjain skripsi yang terlihat sulit, jika skripsi bisa begitu mudah dan menyenangkan??" atau dengan kata lain.. "Salah sendiri skripsi susah2,, skripsi mudah aja bisa lulus??" mungkin mereka menjawab=> "Ya kan biar skripsi ada gregetnya! masak skripsi ecek-ecek",, yang jadi pertanyaan "Kenapa masih mengeluh skripsi sendiri susah, kalo emang niat awal emang cari kesusahan??"

Susah atau gampang itu kan tergantung dari bagaimana anda menjalaninya. tidak hanya dengan akal, tetapi dengan nurani. :)



Selasa, 21 Agustus 2012

Yang berlari

saksi sejumlah jemari
Menari generasi suatu yang basi 
Mereka membaur dalam kucup
seringai yang menahan diri. . . .
"wahai engkau yang membedakan. . .! 
Jangan engkau tersungkur mengukur anyam aliran" jerit mereka yang bertanya dan berseru
Bagai bait yang terkunci terkam suara hati. 
Menggemuruh menapaki yang terlewati

Wid

Selasa, 24 Juli 2012

Sisi kelam masalalu

Jaman Keemasan Islam (?)
Oleh Amil Imani 
11 April, 2007 

Muslim seringkali bernostalgia tentang jaman Keemasan Islam. Berbagai generasi Muslim telah menghabiskan masa hidupnya dengan bermimpi bahwa suatu hari mereka akan bisa mengembalikan kejayaan Islam yang terjadi pada tahun2 awal berdirinya Islam itu. Mereka mengira jika dunia Islam berjaya kembali maka hilanglah segala masalah mereka. 

Angan2 tak berkesudahan untuk mendirikan Kalifah Islam berakar sangat dalam dan sukar dihilangkan. Bahkan meskipun sekarang ada negara2 Islam yang menerapkan hukum Sharia murni, hal itupun masih tidak dapat membuka mata para Muslim akan kenyataan. Jika kau tunjukkan pada mereka negara2 Saudi Arabia, Iran, Pakistan dan Sudan yang penuh korupsi dan terkebelakang gara2 pemerintahan Islam, maka para Muslim bersikeras menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena negara2 itu tidak melaksanakan Sharia Islam dengan betul. Jika kau mengingatkan mereka akan rejim Taliban di Afghanistan yang menerapkan Sharia Islam tanpa pengaruh apapun dan mengakibatkan kemunduran luarbiasa terhdp masyarakat Afghan, maka para Muslim berkilah bahwa yang dilakukan rejim Taliban itu terlalu kolot dan tidak sesuai lagi dengan jaman modern. Pokoknya bahkan rejim Taliban sekalipun tidak bisa mewakili Islam yang sebenarnya! 

Gimana tuh ciri-ciri "Taqwa"

Alhamdulillah, sudah memasuki hari ke empat bulan romadhon. Semoga puasa hari ini lancar dan dimudahkan untuk kebaikan... imannn

mereview kembali Surat Al Baqarah 177, dalam firmanNya

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Surah 2, Al Baqarah 177)

"Takwa"?? kayanya pernah denger


Takwa? sepertinya menjadi kata sakti dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini sering diucapkan oleh para ulama.. "jadilah orang yang bertakwa biar masuk surga!" hmmm... Yang jadi pertanyaan, apa sih takwa itu? Ada suatu masa ketika rasulullah SAW mendapat perintah dari Allah untuk memindahkan arah kiblat dari masjidil Aqsa yang ada di Palestina menuju masjidil Haram yang ada di Mekah. Latar belakang pemindahan itu tentu saja adalah hak dari Allah. Tetapi yang melatar belakangi pemindahan itu tidak lain karena doa rasulullah SAW kepada Allah untuk memindahkan arah kiblat ke mekah lantaran masjidil aqsa adalah kiblat bagi kaum yahudi... Di dalam surat Al Baqarah dijelaskan bahwa mereka (kaum yahudi dan umat islam) saling berbantah mengenai arah kiblat. Dan pada a akhirnya pada posisi yang sedikit terpojok turunlah ayat berikut..

Sabtu, 16 Juni 2012

Bekali hidup untuk mati

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr 18)
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa mengingat dan meneliti kembali bekal yang kita persiapkan untuk kehidupan setelah kematian. Faedah besar akan kita dapatkan jika kita melihat sisi kurang perbekalan yang mesti kita siapkan. Karena ini akan memacu kita untuk menutup kekurangan dan memperbanyak amal ketaatan. Tapi jika kita ujub, merasa telah mencapai derajat tertentu dalam keimanan, merasa telah memiliki bsnyak tabungan kebaikan, maka hal ini akan membuat kita terpedaya.
Tiga Cara Mengusir Ujub
Imam Syafi’i memberikan tips kepada kita supaya tidak lekas berbangga dengan amal yang berhasil kita tunaikan, atau dosa yang mampu kita tinggalkan. Beliau berkata, “Jika kamu khawatir terjangkiti ujub, maka ingatlah tiga hal; ridha siapa yang kamu cari, kenikmatan manakah yang kamu cari, dan dari bahaya manakah kamu hendak lari. Maka barangsiapa merenungkan tiga hal tersebut, niscaya dia akan memandang remeh apa yang telah dicapainya.”

Exchange 2010 SP3 PrepareAD error “The well known object entry with the GUID”

Currently we are going to upgrade Exchange 2010 SP1 to Exchange 2010 SP3 which is one of the step is preparing AD. But in the mid of proces...