Senin, 09 Juni 2014

Beranikah, aku?


Beranikah, aku?

Apakah kau melihat lorong,
Gelap tak berujung?
Menapaki jalan setapak bertepikan jurang,
Dihembus kegelapan dan kesunyian malam
Penuh reruntuhan dan ranting menghadang

Menyusuri, membuatku takut
Menapaki, membuatku kalut
Meneriaki, Jalan yang berkabut
Menerjang, tak jadi masalah

Namun, langkah kaki seperti tak mendapat restu
Apalah arti lambaianku ini?
Tidaklah mungkin, aku tahu...


Wid

Jumat, 06 Juni 2014

GO, menemukan jalan

Shukaku, Honinbo. Adalah seorang pemain Go professional legendaris yang telah meninggal di usianya ke 33 Tahun. Pemain yang dikenal terbaik dijamannya ini terus dikenang hingga sekarang. Terlebih, permainan iGO sudah mulai dikenal di pelosok penjuru dunia. 
Mungkin hanya sebuah kebetulan untuk memahaminya. Kemarin sesaat sebelum pulang dari kerja, sambil menunggu teman beres-beres. Entah kenapa ane pengen banget nostalgia nonton anime, judulnya Hikaru No Go. Anime yang menceritakan seorang anak kecil yang bertemu dengan sesosok mahluk astral dari masalalu bernama Fujiwara Sai. Sai adalah seorang pemain Go di era Heian. Sai kembali dalam sosok mahluk tak kasat mata untuk bermain Go kembali, terakhir sejak kematian Honinbo Shusaku. Jadi ceritanya, Sai ini sosok yang telah merasuki raga Shusaku hingga dia bisa menjadi sangat luar biasa dalam permainan Go. Dalam kisah itu diceritakan, karena hasrat Sai belum terpenuhi ketika merasuki Shusaku yang meninggal mendadak karena penyakit kolera yang mewabah Jepang saat itu, Sai pun terperangkap kedalam sebuah papan catur menunggu seseorang untuk menemukannya kembali sehingga dia bisa bermain Go kembali untuk menuju jalan 'Tangan Dewa'. 

Selasa, 11 Maret 2014

Terkoyak Waktu

Terkoyak Waktu

Dentum hati yang membangunkan,

Menampar segala kelelahan..
Terambing oleh kabut, menyikap cahaya yang gelap
Ingin kaki menginjak, menjemput segala dalam buaian
Merenungpun telah habis, terenggut oleh pedang tajam

Pergi! Teriak penuh kemunafikan
Tampak dirinya memantul dari hati
Seakan menantang, menunjuk satu bintang
Bintang itu, kini mulai mencair... menetes oleh panasnya kalbu

Ingatkah kau ketika bias langit kala itu
Ingatkah kau tentang hari langit berwarna biru
Ingatkah kau bagaimana memikul pilu, berwarna ungu
Ingatan, Sebuah janji dalam bonkahan emas yang berkilau

Namun, engkau bukan lagi Engkau

Wid

Minggu, 09 Februari 2014

Kenyataan masa lalu

Kenyataan masa lalu

Entah kenapa malam ini bulan terlihat lebih besar
Dan bersinar lebih terang dari biasanya
Aku terbungkuk karena kelelahan dalam perjalanan pulang
Aku memiliki teman dalam situasi apapun
Aku lebih baik jika menangis tanpa suara
Dan air mataku berhenti saat itu berakhir
Aku harus menjadi lebih kuiat lagi
Kesediahn ini buatku selangkah lebih maju
Harus berapa kali aku terluka sebelum bisa melupakan rasa sakit
Meneteskan darah merah mengingatkanku akan nyawaku
Tergeletak dijalan
Sambil melihat langit. kupikir
Orang yang kesepian adalah orang yang tidak memiliki masa lalu
Orang yang hanya tahu akan masa kini


OST. Naruto

Minggu, 02 Februari 2014

Puasa, untuk makan sejati

Istilah sayyidus suhur (rajanya bulan) untuk bulan Ramadan memang tidaklah berlebihan. Di bulan suci ini, di mana umat Islam wajib melaksanakan puasa sebulan penuh dengan segala kaifiyahnya, tentu, menjadi ukuran tersendiri secara filosofis bagi manusia. Sebab, di bulan penuh berkah ini, umat Islam diajak untuk melatih diri dan berperang melawan segala nafsu. Peperangan itu tempatnya di hati dan waktunya mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Karena berupa perang itulah, artifisialisasi khusus yang wajib dimiliki umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa adalah strategi perang. Strategi ini bisa berupa ilmu atau pengetahuan untuk memenangkan pertarungan dalam peperangan itu. Sayang, hingga saat ini belum banyak umat Islam yang memiliki strategi peperangan ini.

Padahal sebenarnya, jika strategi itu betul-betul dikuasai, maka puasa Ramadan ini akan mampu membentuk manusia yang "kenyang sejati", karena makannya pun dari "makan sejati". Walhasil, dengan ketidaktahuan ini akhirnya puasa kita menjadi ala kadarnya. Tidak mendapatkan kemenangan yang sebenar-benarnya.

Sabtu, 01 Februari 2014

Aku tak pantas untuk bebas!

Manusia itu kadang aneh, pola pikirnya sukar ditebak. Sebut saja Paidjo. Salah seorang tahanan disebuah Penjara dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi, disuatu wilayah. Paidjo dulunya seorang psikopat. Masuk penjara karena membunuh keluarganya sendiri secara sadis. Adek, Ibu dan Ayahnya dihabisi tanpa ampun.

Jumat, 31 Januari 2014

"Sayang banget ilmunya ga kepake" katanya

Soto ayam, menu favorit saya ketika sarapan disaat saya masih tinggal di lab skripsi. Memang, anak-anak elektro yang kebanyakan ambil program studi Instrumentasi dan Kontrol (biasa juga disebut anak instrumen) kalau mengerjakan skripsi biasanya ambil meja di lab skripsi. Ada yang pulang pergi setiap hari, karena mungkin kosan mereka dekat dengan kampus, ada juga yang tidur di lab skripsi. Kalau saya, memang kebetulan rumah tidak begitu jauh dari kampus. Mungkin sekitar 20 menit jika menggunakan angkot. Tetapi sungguh merepotkan jika harus bolak balik lab-rumah setiap hari sedangkan saya tidak ada kendaraan pribadi (ada sih, Vespa tua penuh kenangan itu). Jadi, ya mau tidak mau saya putuskan untuk tidur di lab skripsi bersama yang lainnya.

Suatu hari ketika kelaparan mulai menghujami, saya dan seorang teman memutuskan untuk sarapan soto ayam Miki. Saya menyebutnya soto ayam Miki, karena sang penjual berada disebelah Gereja Santo Paulus Miki, salah satu gereja katolik di Salatiga. Waktu itu kami sedang membahas suatu hal. Memang, kami sering bertukar pikiran.. entah soal kuliah, soal agama, soal kehidupan, banyak hal yang selalu bisa kami ceritakan. Meskipun, kami berbeda kepercayaan tak menghalangi kami untuk saling menghargai, terbuka dan lebih toleran. 

Exchange 2010 SP3 PrepareAD error “The well known object entry with the GUID”

Currently we are going to upgrade Exchange 2010 SP1 to Exchange 2010 SP3 which is one of the step is preparing AD. But in the mid of proces...